Metode Penelitian PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 25 May 2010 20:50

A. KERANGKA KONSEP


B. DISAIN RISET

Disain penelitian adalah survei berskala besar, potong lintang (cross-sectional), non-intervensi/observasi.

 

C. TEMPAT DAN WAKTU

Lokasi penelitian adalah seluruh provinsi (33 provinsi) di Indonesia. Waktu pelaksanaan bulan Januari – Desember 2010.

 

D. POPULASI DAN SAMPEL

Populasi penelitian untuk Riskesdas adalah semua rumah tangga di Indonesia. Sampel untuk Riskesdas adalah rumah-tangga terpilih (RT) di Blok Sensus (BS) terpilih  menurut sampling yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Seluruh anggota rumah tangga terpilih merupakan unit observasi/ pengamatan dalam rumah tangga, sesuai dengan kuesioner yang telah disiapkan. Instrumen untuk wawancara dan pengukuran Berat Badan dan Tinggi Badan dipergunakan untuk anggota rumah tangga terpilih dengan beberapa kriteria inklusi dan eksklusi.

E. KERANGKA SAMPEL

Kerangka pengambilan sampel (sampling frame) menggunakan daftar sampel rumah tangga (DSRT) berbasis blok sensus (BS) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Cara pengambilan sampel adalah cluster sampling dengan menggunakan BS. Rancangan sampel dilakukan dua tahap di daerah perkotaan dan dua tahap di daerah pedesaan. Untuk rancangan sampel dua tahap, tahap pertama dari kerangka sampel BS dipilih sejumlah BS secara probability proportional to size (PPS) menggunakan linear systematic sampling dengan size adalah banyaknya rumah-tangga hasil listing di setiap BS hasil P4B (Pendaftaran Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan). Pada tahap kedua, dari jumlah rumah-tangga hasil listing di tiap BS terpilih, dipilih 25 rumah-tangga secara linear systematic sampling oleh Badan Litbangkes.


F. BESAR SAMPEL

Besar sampel diperkirakan 2800 BS dengan 25 rumah tangga  (RT) per BS di seluruh Indonesia. Total RT yang akan diteliti adalah sebanyak 70.000 RT dari 496 kabupaten/kota. Sedangkan total individu adalah  315.000 dengan perkiraan jumlah individu/anggota per rumah tangga sebesar 4,5. Jumlah RT tiap provinsi dan kabupaten/ kota berbeda sesuai dengan prinsip PPS tersebut.

 

G. KRITERIA INKLUSI DAN EKSKLUSI

Untuk semua jenis pengumpulan data, kriteria inklusi – eksklusi dapat dilihat pada tabel 1.

H. DATA YANG DIKUMPULKAN

Jenis data yang dikumpulkan secara lengkap dapat dilihat pada Instrumen terlampir (Lampiran A). Secara garis besar data yang dikumpulkan terdiri dari blok-blok pertanyaan sebagai berikut:

Rumah Tangga
Blok I: Pengenalan Tempat
Blok II: Keterangan RT
Blok III: Keterangan Pengumpul Data
Blok IV: Keterangan ART
Blok V: Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Blok VI: Sanitasi Lingkungan
Blok VII : Pengeluaran RT

Individu
Blok VIII:Keterangan Wawancara Individu
Blok IX: Keterangan Individu
Identifikasi Responden
Penyakit Menular
Pengetahuan dan Perilaku
Kesehatan Anak
Kesehatan Bayi dan Anak Balita
ASI dan MP ASI
Kesehatan Ibu
Masa Reproduksi Perempuan
Fertilitas
Alat/Cara KB
Kehamilan dan Pemeriksaan Sesudah Melahirkan
Keguguran dan Kehamilan yang Tidak Diinginkan
Perilaku Seksual
Blok X: Pengukuran dan Pemeriksaan

Pengukuran Tinggi/Panjang Badan dan Berat Badan
Pemeriksaan Laboratorium
Blok XI: Konsumsi Individu


I.  INSTRUMEN DAN PROSEDUR PENGUMPULAN DATA

Instrumen yang digunakan adalah instrumen Riskesdas MDGs.  Pengembangan instrumen kuesioner dilakukan berdasarkan indikator yang telah disepakati di Millennium Development Goals (MDGs).

Instrumen dan peralatan terdiri dari:
Kuesioner (Daftar Sampel Rumah Tangga – DSRT 2010, instrumen rumah-tangga dan individu, formulir pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan darah malaria dan dahak serta rujukan ke Puskesmas untuk mendapat pengobatan).
Peralatan antropometri (alat ukur tinggi dan panjang badan, timbangan berat badan digital).
Alat timbangan makanan.
Alat peraga konsumsi makanan dan gambar obat.
Peralatan dan bahan pengambilan darah perifer/ujung jari dan dahak.
Peralatan manajemen data: Laptop, CD, flash-disk, program data entri, genset dan bahan bakarnya (daerah tertentu).

Pada wawancara akan ditanyakan keterangan diri, fasilitas pelayanan kesehatan, sanitasi lingkungan, penyakit menular (Malaria dan TB),  kesehatan ibu, kesehatan anak, pengetahuan dan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, konsumsi individu.

Pengukuran antropometri dilakukan sesuai dengan prosedur baku (lihat Lampiran A). Pada pengukuran akan diukur tinggi badan/panjang badan dan berat badan.

Pemeriksaan darah malaria dilakukan dengan Rapid Diagnostic Test (RDT) pada semua umur, sedangkan pemeriksaan dahak pagi dan sewaktu untuk TB hanya pada kelompok umur 15 tahun ke atas.

Pengambilan darah pada ujung jari dilakukan dengan alat steril, satu alat dipakai untuk satu orang, dan dikerjakan oleh perawat/bidan/siswa rawat/siswa bidan/mahasiswa kedokteran yang sudah dilatih. Pada saat pengambilan darah akan ada sedikit rasa sakit seperti digigit semut, namun tidak ada risiko yang membahayakan.

Dahak pagi dan sewaktu dikumpulkan pada 2 (dua) pot yang berbeda, dimana sebelumnya responden diberi tahu cara mengeluarkan dahak oleh petugas terlatih.

Waktu yang tersita untuk wawancara, pengukuran, dan pemeriksaan darah malaria seluruh anggota rumah tangga diperkirakan sekitar 2-3 jam, tergantung dari besarnya rumah tangga tersebut.

Rencananya pengumpulan data tersebut dilakukan bulan Mei 2010.

J. TENAGA PENGUMPUL DATA

Pengumpulan data akan dilakukan oleh tim yang terdiri dari 4 orang yaitu:
3 orang pewawancara (termasuk ketua tim), sekaligus melakukan pengukuran dan pemeriksaan darah malaria serta pengumpul dahak.
1 orang melakukan koding dan entri data.

Setiap tim bertanggung jawab pada 2 BS yang akan diselesaikan dalam waktu sekitar 20 hari. Jumlah total tim pengumpul data diperkirakan 1.400 yang akan tersebar di 496 kabupaten/kota. Jadi dibutuhkan 5600 tenaga pengumpul data. Jumlah tim tiap Kabupaten/ Kota bervariasi, tergantung pada jumlah BS yang terpilih.

Kualifikasi tenaga pengumpul data adalah sebagai berikut:
Ketua tim: tenaga kesehatan dengan minimal kriteria lulus D3 kesehatan dengan variasi bidang kedokteran, keperawatan, dan kebidanan.
Pengumpul data: tenaga kesehatan dengan minimal kriteria lulus D3 kesehatan dengan variasi bidang kedokteran, keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, gizi, sanitasi lingkungan, dan analis kesehatan.

Petugas manajemen data: minimal lulusan Sekolah Menengah Atas dengan pengalaman menggunakan komputer, diutamakan bisa melakukan entri data.

K. UJICOBA INSTRUMEN DAN MANAJEMEN DATA

Uji coba instrumen dilaksanakan untuk menilai fisibilitas alat dan validitasnya, seperti alat pengukur tinggi/ panjang badan, berat badan dan RDT malaria.

Uji coba menyeluruh dilaksanakan pada bulan Maret 2010, di provinsi Jawa Barat, di 2 BS. Uji coba dilaksanakan untuk menilai lamanya waktu yang diperlukan untuk wawancara, tingkat kesulitan dan kualifikasi tenaga pengumpul data. Sebelum ujicoba, dilakukan persiapan pelatihan

Pada Riskesdas 2010 seluruh proses manajemen data mulai dari pengumpulan data sampai editing data, koding serta entri akan dilakukan di lapangan. Dengan proses ini diharapkan data dari lapangan sudah siap untuk dilakukan cleaning dan analisis yang akan dilakukan di Badan Litbangkes. Perubahan proses manajemen data dari Riskesdas 2007 ini perlu dilakukan pada saat ujicoba 2010 untuk mempelajari berbagai proses termasuk pertimbangan waktu, tenaga, dan biaya.

L. PELATIHAN

Pelatihan Master of Training (MOT)

Pelatihan MOT adalah pelatihan peneliti-peneliti yang ditugaskan untuk mengkoordinir perencanaan dan pelaksanaan Riskesdas 2010 di provinsi (penanggungjawab teknis provinsi/ PJT provinsi).
Pelaksanaan MOT didahului dengan penyusunan modul dan kurikulum pelatihan MOT, TOT dan pelatihan pengumpul data, yang dilaksanakan bersama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Kesehatan RI, pada bulan Maret 2010.
Tujuan dari MOT:
Memperoleh keseragaman dalam perencanaan dan pelaksanaan di provinsi (termasuk pengorganisasian lapangan, rekrutmen tenaga, dan manajemen data).
Memperoleh keseragaman dalam pemahaman materi kuesioner, pengukuran, pemeriksaan laboratorium (RDT dan dahak), dan manajemen data.
Memperoleh keseragaman dalam metode pelatihan tenaga pelatih pengumpul data dan pelatih manajemen data.
Memperoleh keseragaman dalam pemahaman proses administrasi dan logistik.

Tempat dan rincian teknis pelaksanaan MOT akan ditentukan kemudian.


Pelatihan Training of Trainers (TOT)

Pelatihan TOT ditujukan kepada orang-orang yang ditugaskan sebagai penanggungjawab tingkat kabupaten/kota (PJT kabupaten/ kota) dan supervisor tim tingkat kabupaten/kota.
Tujuan dari TOT:
Memperoleh keseragaman dalam perencanaan dan pelaksanaan di kabupaten (termasuk pengorganisasian lapangan, rekrutmen tenaga, dan manajemen data).
Memperoleh keseragaman dalam pemahaman materi kuesioner, pengukuran, pemeriksaan laboratorium (RDT dan dahak), dan manajemen data.
Memperoleh keseragaman dalam metode pelatihan tenaga pengumpul data dan manajemen data di lapangan.
Memperoleh keseragaman dalam pemahaman proses administrasi dan logistik, termasuk pengiriman data (elektronik dan lembar kuesioner) ke pusat.
Tempat dan rincian teknis pelaksanaan TOT akan ditentukan kemudian.


Pelatihan Pengumpul Data dan Manajemen Data

Pelatihan pengumpul data ditujukan kepada orang-orang yang direkrut sebagai pengumpul data, pengukur, dan pemeriksa (darah dan dahak), sesuai kualifikasi. Dalam pelatihan ini termasuk juga pelatihan ketua tim pengumpul data di Kabupaten/Kota.
Pelatihan manajemen data ditujukan kepada orang-orang yang direkrut sebagai pengkoding dan pengentri sesuai kualifikasi.
Tujuan dari pelatihan pengumpul dan manajemen data:
Memperoleh keseragaman dalam pemahaman materi kuesioner, pengukuran, pemeriksaan laboratorium, dan manajemen data di lapangan.
Membentuk tim-tim pengumpul data dan lokasi kerja.
Memperoleh kesepakatan antar anggota tim mengenai pembagian tugas, jadual dan mekanisme pelaksanaan di lapangan.
Memperoleh kesepakatan tentang mekanisme pengelolaan data di lapangan.
Memperoleh kesepakatan tentang mekanisme pengaturan administrasi dan logistik.
Tempat dan rincian teknis pelaksanaan akan ditentukan kemudian.

M. MANAJEMEN DAN ANALISIS DATA

Data hasil wawancara, pengukuran dan pemeriksaan laboratorium dari tiap tim diedit oleh ketua tim masing-masing. Selanjutnya dilakukan koding dan entri data di lapangan. Data yang telah dientri dikirim oleh ketua tim manajemen data kab/kota ke tim manajemen data pusat (Badan Litbangkes) sepengetahuan PJT Kab/Kota melalui email atau dengan CD/ flash-disk. Di Badan Litbangkes data disatukan, dilakukan verifikasi akhir, cleaning, pembobotan dan analisis data.

Lembar kuesioner dikumpulkan oleh Tim Pelaksana tingkat Kabupaten untuk selanjutnya dikirim ke Badan Litbangkes untuk disimpan selama 5 tahun.

Analisis awal tingkat nasional akan dilakukan di Badan Litbangkes bersama dengan tim BPS dan Universitas. Data yang telah bersih, akan dianalisis oleh PJT provinsi masing-masing. Analisis data di tingkat Kabupaten/Kota meliputi frekuensi distribusi dan tabulasi silang terhadap berbagai variabel. Untuk data yang representatif pada tingkat provinsi, akan dianalisis di tingkat provinsi.

Badan Litbangkes melakukan analisis di tingkat pusat untuk membandingkan indikator kesehatan antar provinsi, profil kesehatan nasional, menganalisis target MDGs dan membandingkan dengan hasil Riskesdas 2007, survei sejenis dan bila perlu membandingkan dengan hasil survei serupa di negara lain.

N.  PENGORGANISASIAN

Dasar hukum persiapan Riskesdas 2010 adalah Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 312/Menkes/SK/V/2009, tanggal 4 Mei 2009 tentang Tim Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).

Organisasi persiapan pelaksanaan Riskesdas 2010 dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan No. HK.0204/2/2870/2009, tanggal 13 Mei 2009 tentang Tim Penyelenggaraan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).

Organisasi pengumpulan data Riskesdas 2010 adalah sebagai berikut:

1.    Di tingkat pusat akan dibentuk Tim Penasehat, Tim Pengarah, Tim Pakar, Tim Teknis, Tim Manajemen dan Tim Pelaksana Pusat :
Tim Penasehat terdiri dari Menkes dan Kepala BPS dan Pejabat eselon I Kementerian Kesehatan.
Tim Pengarah terdiri dari Kabadan, Pejabat eselon I, eselon II Kementerian Kesehatan dan sektor terkait.
Tim Pakar terdiri dari para ahli di bidangnya masing-masing.
Tim Teknis terdiri dari Pejabat eselon II, Peneliti di lingkungan Badan Litbangkes dan BPS
Tim Manajemen terdiri dari Pejabat eselon II, eselon III Badan Litbangkes
Tim Pelaksana Pusat membentuk Koordinator Wilayah (korwil), setiap korwil yang akan mengkoordinir beberapa provinsi.

2.    Di tingkat provinsi akan dibentuk Tim Pelaksana Riskesdas Provinsi:
Tim Pelaksana di tingkat provinsi diketuai oleh Kadinkes Provinsi, Kasubdin Bina Program, Peneliti Badan Litbangkes, dan Kasie Litbang/ Kasie Puldata Dinkes Provinsi.

3.    Di tingkat kabupaten/kota akan dibentuk Tim Pelaksana Riskesdas Kabupaten/Kota :
Tim Pelaksana di tingkat kabupaten/ kota diketuai oleh Kadinkes Kabupaten, Kasubdin Bina Program tingkat kabupaten, Peneliti Badan Litbangkes, Politeknik Kesehatan (Poltekkes), dan Kasie Litbangda.

Di tingkat kabupaten/ kota akan dibentuk tim pengumpul dan manajemen data. Setiap tim pengumpul data mencakup 2 BS (50 Rumah Tangga). Tiap tim pengumpul data terdiri dari 4 orang yang diketuai oleh seorang ketua tim (Katim). Kualifikasi tim pengumpul dan manajemen data termasuk Katim seperti yang telah disebutkan dalam butir V.9.

Tenaga pengumpul dan manajemen data akan direkrut dari Poltekkes, STIKES, Universitas (Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Keperawatan, Fakultas Kedokteran Gigi), dll. Kekurangan tenaga pengumpul dan manajemen data dapat menggunakan staf dinas kesehatan kabupaten/ kota dengan persetujuan kepala bidang masing-masing untuk dibebaskan dari tugas rutin.

Sosialisasi dan rekruitmen tenaga sejak bulan Februari 2010.

Last Updated on Tuesday, 09 November 2010 07:29