Home
  Latar Belakang
  Tujuan & Manfaat
  Metode Penelitian
  Pengertian
  Pelaksanaan
  Pedoman
  Blok Sensus
  Kontak
  Download
  FTP
METODOLOGI
 

1. Kerangka Konsep


2. Disain Riset
Disain penelitian adalah survei berskala besar, potong lintang (cross-sectional), non-intervensi/observasi

3. Tempat dan Waktu
Lokasi riset adalah seluruh provinsi (33 provinsi), di seluruh kabupaten/ kota (+ 400 kabupaten/ kota), di Indonesia.

4. Populasi dan Sampel
Populasi riset untuk Riskesdas adalah semua rumah-tangga di Indonesia. Sampel untuk Riskesdas adalah rumah-tangga terpilih di BS terpilih menurut sampling yang dilakukan oleh BPS untuk Susenas 2007 (sampel Kor).

Seluruh anggota rumah-tangga terpilih merupakan unit observasi/ pengamatan dalam rumah-tangga, sesuai dengan kuesioner yang telah disiapkan. Instrumen untuk wawancara, pemeriksaan antropometri dipergunakan untuk seluruh anggota rumah tangga terpilih.

Sampel garam rumah-tangga untuk pemeriksaan titrasi kadar Yodium dan sampel pemeriksaan yodium dalam urin sebesar 10 persen dari BS terpilih. Responden pemeriksaan urin adalah anak usia sekolah (6-12 tahun), laki-laki atau perempuan.

Untuk data biomedis dengan pengambilan spesimen darah, hanya 10 persen BS yang dipilih di daerah perkotaan dan pedesaan, atau sebesar 28 ribu rumah-tangga. Sampel untuk biomedis sebanyak 4 anggota rumah tangga dengan klasifikasi 2 orang dewasa laki-laki dan perempuan (kepala rumah tangga dengan istri/suami), satu anak balita (1-4 tahun), dan satu anak (5-14 tahun).

5. Kerangka Sampel
Kerangka pengambilan sampel (sampling frame) menggunakan blok sensus (BS) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Cara pengambilan sampel adalah cluster sampling dengan menggunakan blok sensus BPS. Rancangan sampel 2 tahap di daerah perkotaan dan 3 tahap di daerah perdesaan. Untuk rancangan sampel 2 tahap, tahap-1 dari kerangka sampel BS dipilih sejumlah BS secara PPS (probability proportional to size) menggunakan linear systematic sampling dengan size adalah banyaknya rumah-tangga hasil listing di setiap BS hasil P4B (Pendaftaran Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan). Pada tahap-2, dari jumlah rumah-tangga hasil listing di tiap BS terpilih, dipilih 16 rumah-tangga secara linear systematic sampling. Untuk rancangan sampel 3 tahap, hampir sama dengan 2 tahap, hanya sesudah tahap-1, dibentuk sejumlah sub-BS. Selanjutnya dipilih satu sub-BS secara PPS dengan size banyaknya rumah-tangga hasil listing di setiap sub-BS hasil P4B. Pada tahap-3, dari jumlah rumah-tangga hasil listing di tiap BS terpilih, dipilih 16 rumah-tangga secara linear systematic sampling.

6. Besar Sampel
Berdasarkan perhitungan dengan rumus:

                      n = Z2 x P (1-P) x DE
                                      d2

Bila digunakan p=50%, z=1,96 dan d=0,15 maka besar sampel adalah 171 rumah tangga / kecamatan. Penggunaan cluster sampling memerlukan design effect, yang biasanya dipakai angka 2, sehingga jumlah sampel per kecamatan adalah 171 x 2 = 342 rumah tangga. Perkiraan drop out sebesat 10%, maka sampel yang dibutuhkan adalah 100/90 x 342 = 381 rumah tangga. Untuk kepraktisan di lapangan maka dibulatkan besar sampel per kabupaten adalah 400 rumah tangga.

Dengan menggunakan kerangka sampling BPS dan perkiraan jumlah sampel di atas, di seluruh Indonesia didapatkan 280 ribu rumah-tangga terpilih. Jumlah rumah-tangga tiap provinsi dan kabupaten/ kota berbeda sesuai dengan prinsip PPS tersebut.

Rumah tangga terpilih oleh BPS dalam KOR Susenas 2007, apabila dalam proses pengumpulan data Riskesdas menolak, tidak dapat digantikan dengan rumah-tangga lainnya

7. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
Seluruh anggota rumah tangga dalam rumah tangga terpilih dijadikan sebagai responden untuk wawancara dengan kuesioner yang telah disiapkan, dan dilakukan pengukuran antropometri.

Pemeriksaan visus pada responden usia ≥ 5 tahun.

Pemeriksaan gigi permanen. pada responden usia ≥ 12 tahun.
Pemeriksaan tekanan darah pada responden usia ≥ 12 tahun
Sampel responden pemeriksaan yodium dalam urin adalah anak usia sekolah (6-12 tahun) laki-laki atau perempuan.

Sedangkan pengambilan spesimen darah dilakukan dengan kriteria sebagai berikut :

a. Kriteria inklusi
Semua orang yang terpilih dalam DSRT-BPS dimasukkan sebagai responden dengan kriteria sebagai berikut :
   Anak usia 12 59 bulan
   Anak usia 5 14 tahun
   Perempuan dewasa usia ≥ 15 tahun
   Laki-laki dewasa usia ≥ 15 tahun

b. Kriteria eksklusi
    Usia diluar kriteria inklusi
    Ibu hamil
    Sakit berat
    Jompo
    Menolak menjadi responden

8. Data yang Dikumpulkan
Jenis data yang dikumpulkan secara lengkap dapat dilihat pada Instrumen terlampir. Secara garis besar data yang dikumpulkan terdiri dari blok-blok pertanyaan sebagai berikut:
 
a. Pengenalan Tempat
b. Keterangan Rumah-tangga
c. Keterangan Pewawancara
d. Keterangan Anggota Rumah-tangga
e. Mortalitas
f. Autopsi Verbal untuk Kejadian Kematian
g. Manajemen Pelayanan Kesehatan
h. Sanitasi Lingkungan
i. Konsumsi Makanan Rumah-tangga
j. Penyakit Menular, Tidak Menular, dan riwayat penyakit turunan
k. Ketanggapan Pelayanan Kesehatan (Rawat Inap dan Rawat Jalan)
l. Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Kesehatan
m. Disabilitas/ ketidak mampuan
n. Kesehatan Mental
o. Imunisasi dan Pemantauan Pertumbuhan Balita
p. Kesehatan bayi
q. Pengukuran dan Pemeriksaan

Jenis data biomedis dari spesimen darah yang dikumpulkan menghasilkan data tentang:

a. Penyakit menular (DHF, TB paru, malaria, rubella, HIV, demam typhoid, PMS, CMV).
b. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (DPT, polio, campak, hepatitis).
c.

Penyakit tidak menular/ kronik degeneratif (DM, dislipidemia, thyroid, kardiovaskuler, thrombosis, neoplasma).

d. Kelainan gizi (anemia, defisiensi mikronutrien).
e. Penyakit kelainan bawaan (thalasemia).

Semua sampah biomedis akan dikelola oleh RS yang ditunjuk untuk dimusnahkan sesuai prosedur universal precaution.

9. Prosedur Pengambilan, Transportasi, Penyimpanan dan Pemeriksaan Spesimen Darah

* Prosedur Pengambilan, Transportasi, Penyimpanan dan Pemeriksaan Spesimen Darah.
*

Untuk pemeriksaan spesimen secara biologi molekuler dan imunologi akan dilakukan secara bertahap. Seluruh spesimen darah akan disimpan di laboratorium Badan Litbang Kesehatan, Jakarta.

*

Sebagian hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada responden, sebagian ke Puskesmas, sebagian ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat untuk ditindak-lanjuti.

*

Seluruh pemeriksaan spesimen darah dilakukan sesuai prosedur baku yang dilakukan di laboratorium kesehatan.


10. Instrumen dan Prosedur Pengumpulan Data
Pengembangan instrumen kuesioner dilakukan oleh Pokja Persiapan Riskesdas berdasarkan indikator yang telah disepakati di tingkat global seperti Millennium Development Goals (MDGs), Grand Strategy Kesehatan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), maupun masukan dari Unit Utama Depkes.

Instrumen dan peralatan terdiri dari:

a. Kuesioner (Daftar Sampel Rumah Tangga DSRT, instrumen rumah-tangga dan Individu).
b. Kantong plastik untuk sampel garam
c.

Peralatan medis (pengukur tekanan darah digital, alat pemeriksaan visus, alat pemeriksaan gigi)

d.

Peralatan antropometri (alat ukur tinggi dan panjang badan (microtoise, length measuring board), timbangan berat badan digital, pita lingkar lengan atas LILA, pita ukur lingkar perut).

e. Pot penampung urin
f. Peralatan pengambilan darah vena
g. Peralatan penyimpanan spesimen darah (sebelum dikirim ke Badan Litbang Kesehatan).

Prosedur pengumpulan data akan dilakukan dengan membentuk tim yang terdiri dari 4 orang yaitu:
1 orang ketua tim sekaligus sebagai koordinator lapangan
3 orang pewawancara, sekaligus melakukan pengukuran dan pemeriksaan

Setiap tim bertanggung jawab pada 10 15 BS yang akan diselesaikan dalam waktu 4-6 minggu. Jumlah tim pengumpul data di tiap Kabupaten/ Kota bervariasi, tergantung pada jumlah BS.

Pengumpulan data Riskesdas dilakukan sesudah pengumpulan data Susenas 2007 (yang dilakukan oleh BPS). Bila pengumpulan data Susenas dilakukan bulan Juli Agustus 2007, pelaksanaan pengumpulan data Riskesdas akan dilakukan segera sesudahnya yaitu bulan September November 2007. Semua sampel Susenas (Kor) sebanyak 280 ribu rumah-tangga merupakan juga sampel Riskesdas (tidak dapat dilakukan penggantian sample).

Pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan visus dan gigi-mulut, dilakukan sesuai dengan prosedur baku (lihat lampiran).

Untuk pengumpulan data biomedis (spesimen darah), dilakukan oleh tim tersendiri yang terdiri dari 2 orang petugas laboratorium yang ditunjuk. Pengumpulan data biomedis dilakukan hanya pada sub-sampel (10 persen dari BS terpilih di daerah perkotaan dan pedesaan).

Untuk pengambilan spesimen, berdasarkan kelaziman di lapangan, diputuskan hal-hal sebagai berikut:

1. Bayi tidak diambil darah.
2.

Anak balita (1-4 tahun) dan anak (5-14 tahun) diambil darahnya sebanyak 5 cc, separuh untuk pemeriksaan langsung di lapangan, separuh disimpan untuk selanjutnya dikirim ke pusat (Balitbangkes) untuk pemeriksaan serologis.

3.

Dewasa perempuan dan laki-laki diambil darahnya sebanyak 15 cc, 5 cc untuk pemeriksaan langsung di lapangan dan sisanya disimpan untuk selanjutnya dikirim ke pusat (Balitbangkes) untuk pemeriksaan serologis.

Jumlah subyek yang diambil darahnya adalah sebagai berikut:

Subyek Volume Peruntukan
Anak balita 5 cc 2 cc untuk pemeriksaan langsung
3 cc untuk pemeriksaan serologis
Anak 5 cc 2 cc untuk pemeriksaan langsung
3 cc untuk pemeriksaan serologis
Dewasa perempuan 15 cc 5 cc untuk pemeriksaan langsung
10 cc untuk pemeriksaan serologis
Dewasa laki-laki 15 cc 5 cc untuk pemeriksaan langsung
10 cc untuk pemeriksaan serologis

Darah untuk pemeriksaan serologis akan dimasukkan ke dalam tabung dan secara berkala (diperkirakan setiap 3 hari atau 2 kali seminggu) dibawa oleh kurir ke laboratorium terdekat yang mempunyai fasilitas penyimpanan darah.

11. Bahan Pengumpulan Data
Bahan pengumpulan data terdiri dari instrumen pengumpulan data (kwesioner) dan peralatan.
Kuesioner untuk wawancara telah diuji-coba terlebih dahulu untuk mengetahui masalah dalam tingkat kesulitan, pemahaman bahasa dan istilah kesehatan, alur pertanyaan. Kuesioner hari uji coba direvisi. Alat pengukuran akan ditera sebelumnya, untuk meningkatkan validitasnya.


12. Organisasi Pengumpulan Data
Organisasi pengumpulan data Riskesdas adalah sebagai berikut:

1.

Di tingkat pusat dibentuk Tim Penasehat, Tim Pengarah, Tim Pakar, Tim Teknis, Tim Manajemen dan Tim Pelaksana Pusat:

  -

Tim Penasehat terdiri dari Menkes dan Kepala BPS, Kepala BKKBN dan Pejabat eselon I Depkes.

  -

Tim Pengarah terdiri dari Kabadan, Pejabat eselon I, eselon II Depkes dan sektor terkait.

  - Tim Pakar terdiri dari para ahli di bidangnya masing-masing.
  - Tim Teknis terdiri dari Pejabat eselon II di lingkungan Balitbangkes dan BPS
  - Tim Manajemen terdiri dari Pejabat eselon II, eselon III Balitbangkes
  -

Tim Pelaksana Pusat membentuk Koordinator Wilayah (korwil), setiap korwil mengkoordinir beberapa provinsi.

2. Di tingkat provinsi dibentuk Tim Pelaksana Riskesdas Provinsi:
  -

Tim Pelaksana di tingkat provinsi diketuai oleh Kadinkes Provinsi, Kasubdin Bina Program, Peneliti Balitbangkes, dan Kasie Litbang/ Kasie Puldata Dinkes Provinsi.

3. Di tingkat kabupaten/kota dibentuk Tim Pelaksana Riskesdas Kabupaten/Kota :
  -

Tim Pelaksana di tingkat kabupaten/ kota diketuai oleh Kadinkes Kabupaten, Kasubdin Bina Program tingkat kabupaten, Peneliti Balitbangkes, Politeknik Kesehatan (Poltekes), dan Kasie Litbangda.

Di tingkat Kabupaten/ Kota dibentuk Tim Pengumpul Data. Banyaknya tim pengumpul data tergantung kepada jumlah Blok Sensus (BS) di Kabupaten/ Kota tersebut. Setiap tim pengumpul data mencakup 10 15 BS. Tiap tim pengumpul data terdiri dari 4 orang yang diketuai oleh Ketua Tim (Katim). Kriteria tim pengumpul data (termasuk Katim) adalah minimal D3 bidang kesehatan terutama keperawatan, dapat bekerja penuh selama pengumpulan data Riskesdas yang diperkirakan selama 1 bulan di lapangan.

Tenaga pengumpul data akan direkrut dari tenaga Poltekkes, tenaga Stikes. Kekurangan tenaga pengumpul data dapat menggunakan staf Dinas Kesehatan kabupaten dengan persetujuan kepala bidang masing-masing untuk dibebaskan dari tugas rutin.

Tenaga pengumpul darah adalah tenaga laboratorium yang telah disepakati

13. Manajemen dan Analisis Data
Data hasil pengukuran dan wawancara tiap tim dikumpulkan di Tim Pelaksana tingkat Kabupaten. Kelengkapan data tersebut telah diverifikasi oleh Ketua Tim. Manajemen data dilakukan oleh Korwil masing-masing. Manajemen data di korwil meliputi penomoran, editing, pemrosesan data (data entry, dan cleaning). Program komputer untuk manajemen data tersebut disiapkan oleh Badan Litbang Kesehatan. Untuk data autopsi verbal (sebab kematian), setelah diberi nomor/dibukukan, dikirim ke tingkat pusat (Balitbangkes) untuk dianalisis dan ditegakkan diagnosis penyebab kematian, sesuai International Classification of Diseases, tenth revision (edisi 2006).

Setelah masing-masing korwil menyelesaikan manajemen data, data dikirim ke pusat (Balitbangkes) untuk disatukan, dilakukan verifikasi akhir dan pembobotan. Analisis awal tingkat nasional akan dilakukan di tingkat pusat. Data yang telah bersih, akan dikembalikan ke masing-masing korwil guna dilakukan analisis. Analisis data di tingkat Kabupaten/Kota berupa frekuensi distribusi dan tabulasi silang terhadap berbagai variabel. Untuk data yang representatif pada tingkat provinsi, akan dianalisis di tingkat provinsi. Dinas Kesehatan Povinsi melakukan analisis data untuk membandingkan indikator kesehatan antar kabupaten dan profil kesehatan tingkat provinsi.

Balitbangkes melakukan analisis di tingkat pusat untuk membandingkan indikator kesehatan antar provinsi, profil kesehatan nasional dan membuat analisis kecenderungan, membandingkan dengan hasil survei sejenis yang sudah dilakukan pada periode sebelumnya dan membandingkan hasil survei serupa dengan negara lain.

Untuk sampel garam rumah-tangga dan spesimen urin dikirim ke tempat yang telah ditunjuk sebagai berikut:

Sampel dari Korwil I (NAD, Sumut, Sumbar, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumsel, Bangka-Belitung) dan Jabar dikirim ke:

Laboratorium Puslitbang Gizi dan Makanan
Jl.Dr.Sumeru no.63. Bogor. Jawa Barat 16112
telp. 0251 321763
fax. 0251 326 348
e-mail: p3gizi@indo.net.id


Sampel dari Korwil II (DKI Jakarta, Banten, Jateng, DI Yogyakarta, Kalteng, Kaltim, Kalbar, Kalsel) ditambah Sulteng, Sulbar, Gorontalo, Sulut, Sultra dikirim ke:

BPP GAKI
Jl. Borobudur. Magelang. Jawa Tengah
telp. 0293 788 460
fax. 0293 788 460
e-mail: bpgaki@balitbang.depkes.go.id

Sampel dari Korwil III (Bali, NTB, NTT, Jatim, Maluku, Maluku Utara, Papua, Irian Jaya Barat) ditambah Bengkulu, Lampung dan Sulsel dikirim ke:

Laboratorium GAKI UNDIP
Gedung Serba Guna Lt.2
Jl.Dr.Sutomo 18. Semarang. Jawa Tengah
telp.024 8441 873
e-mail:


Hasil pemeriksaan dari ketiga laboratorium di atas dikirimkan ke Balitbangkes.

Untuk data biomedis, spesimen darah langsung dikirim ke Balitbangkes dengan prosedur pengiriman yang sesuai dengan kriteria spesimen darah.

Alamat :
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jl. Percetakan Negara no. 29, Jakarta 10560
Kotak Pos 1226 Jakarta 10012
Telp. 021-4261088, 4244693
Fax. 021- 4243933



14. Definisi Operasional
Dalam Riskesdas telah disusun Buku Pedoman pengumpulan data. Dalam buku tersebut telah dijelaskan definisi operasional tiap-tiap variabel, penjelasan pilihan pengisian tiap-tiap variabel, penjelasan cara pengukuran, pemeriksaan, cara pemberian nomor stiker dan cara mengirimkan sampel garam, spesimen urin dan spesimen darah.